SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN KEBUTUHAN MANUSIA YANG TIDAK
TERBATAS
BARANG/BENDA SEBAGAI ALAT PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA
1. Jenis-Jenis Dan Kegunaan Benda Pemuas Kebutuhan Manusia
Barang atau benda adalah segala sesuatu yang menjadi sarana,
baik secara langsung maupun tidak langsung dapat memenuhi kebutuhan hidup
manusia. Sedangkan jasa adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk
memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak berwujud.
Alat atau jenis pemenuhan kehidupan manusia yang berupa
barang dapat dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut :
a. Dilihat dari cara
memperolehnya
Jenis barang menurut cara memperolehnya. Pemuas kebutuhan
dapat dibedakan menurut besarnya pengorbanan yang kita lakukan untuk
memperolehnya.
Barang ekonomi. Barang ekonomi adalah barang pemuas
kebutuhan yang untuk memperolehnya memerlukan sejumlah pengorbanan tertentu
yang biasanya berupa uang. Misalnya, untuk memperoleh makanan kita harus
mengeluarkan sejumlah uang. Uang tersebut adalah sebuah pengorbanan.
Barang bebas. Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan
yang tersedia hampir tidak terbatas sehingga untuk memperolehnya kita tidak
membutuhkan pengorbanan dan dapat mengambilnya begitu saja di alam. Misalnya,
udara untuk bernapas, pasir di padang pasir, dan es di kutub.
Barang illith. Barang illith adalah barang yang dibutuhkan
tapi jika barang ini melebihi dari yang dibutuhkan justru akan merugikan dan
berbahaya. Misalnya, air dan api.
b. Dilihat Dari Cara Pemakaiannya.
Setiap barang pemuas kebutuhan mempunyai hubungan dengan
barang lainnya sesuai dengan fungsi dan peranannya, yaitu sebagai berikut.
Barang substitusiBarang substitusi adalah barang pemuas
kebutuhan yang fungsinya dapat menggantikan barang lain atau dapat saling
menggantikan. Contohnya, gas dapat menggantikan minyak tanah sebagai bahan
bakar.
Barang komplementerBarang komplementer adalah barang pemuas
kebutuhan yang akan bermanfaat apabila dipakai bersama-sama dengan benda yang
lain. Misalnya, mobil dengan bensin, jarum dengan benang, dan kompor dengan
minyak tanah.
c. Dilihat Dari Segi Sifatnya
Berdasarkan segi jaminan pinjaman, alat pemenuhan kebutuhan
dibedakan menjadi benda bergerak dan tidak bergerak.
1 ) Benda bergerak
Benda yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan dapat
digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit jangka pendek (jangka waktu
kurang dari 1 tahun) disebut benda bergerak. Contoh benda bergerak antara lain:
mobil, perhiasan, dan barang-barang elektronik.
2 ) Benda tidak bergerak
Benda yang tidak dapat dipindah-pindahkan tempatnya dan
dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit jangka panjang
dinamakan benda tidak bergerak. Contoh barang tidak bergerak antara lain tanah
dan gedung.
d. Dilihat Dari Segi
Penggunaan
Menurut kegunaannya, barang atau alat pemuas kebutuhan dapat
digolongkan menjadi dua.
Barang konsumsikonsumsi adalah barang siap pakai karena
manfaatnya langsung dapat diambil. Misalnya, makanan, minuman, dan pakaian.
Barang produksiBarang produksi adalah barang yang berguna
untuk menghasilkan barang yang lain. Barang produksi merupakan istilah lain
dari barang modal. Misalnya, mesin jahit dan radio.
e. Dilihat Dari Segi Pembuatannya
Menurut proses produksinya, barang dapat dibedakan sebagai
berikut.
Barang mentah (bahan baku)Barang mentah adalah bahan dasar
untuk membuat barang lain. Barang ini sama sekali belum mengalami proses
pengolahan. Misalnya, kapas, kayu, dan hasil tambang.
Barang setengah jadiBarang setengah jadi adalah barang yang
telah melalui proses pengolahan, tetapi belum dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan karena belum menjadi produk akhir. Misalnya, kain untuk membuat
pakaian, besi untuk untuk membuat pisau, dan terigu untuk membuat kue.
Barang jadiBarang jadi merupakan produk akhir yang telah
melalui proses pengolahan dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi sampai
menjadi barang yang siap pakai untuk memenuhi kebutuhan manusia.
f. Dari Segi Kemakmuran Rakyat.
1. Barang Superior
barang superior, semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat,
semakin besan pula permintaan terhadap suatu barang, seperti : TV, Video Mobil
mewah, dsb.
2. Barang Interior
barang interior, semakin tinggi tingkat kemakmuran rakyat
semakin kecil permintaan terhadap suatu barang. Misalnya Gaplek, jagung.
KEGUNAAN / UTILITY
Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri
atau sering juga disebut utilitas (utility). Pada dasarnya manusia melakukan
suatu proses produksi untuk meningkatkan nilai guna suatu barang. Nilai guna
suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah
menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi,
tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.
Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan berbagai
macam inovasi pada barang-barang yang diproduksinya untuk semakin meningkatkan
nilai guna barang tersebut. Misalnya, perkembangan telepon seluler (handphone)
yang semakin lama semakin canggih, beragam kegunaannya, serta semakin
memudahkan proses kerja manusia.
Kegunaan barang
umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.
Kegunaan bahan dasar (Elementary utility)Kegunaan bahan
dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena memiliki bahan dasar
tertentu. Misalnya, pasir kuarsa berguna karena mengandung bahan dasar untuk
pembuatan kaca.
Kegunaan bentuk (Form utility)Kegunaan bentuk berarti
peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena perubahan bentuknya.
Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat setelah diubah bentuknya
menjadi kursi.
Kegunaan waktu (Time utility)Kegunaan waktu berarti
peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika digunakan pada waktu yang
tepat. Misalnya, jas hujan dan payung berguna pada saat musim hujan.
Kegunaan tempat (Place utility)Kegunaan tempat berarti
peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada tempat yang tepat.
Misalnya, perahu berguna ketika berada di lautan.
Kegunaan kepemilikan (Ownership utility)Kegunaan kepemilikan
berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika berada pada pemilik
yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang nelayan daripada bagi
seorang dokter.
MASALAH KELANGKAAN
1. Pengertian Kelangkaan
Apa yang terbersit di benak kalian ketika mendengar istilah
kelangkaan? Apakah mengenai hilangnya kedelai di pasaran? Ataukah mengenai
minyak tanah atau elpiji yang mendadak lenyap di pasar sehingga membuat banyak
ibu-ibu/bapak-bapak harus mengantri di penyalur-penyalur minyak tanah atau
elpiji? Kedua contoh di atas menggambarkan bentuk kelangkaan. Manusia dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia
beraneka ragam dan terus-menerus ada. Hari ke hari kebutuhan manusia semakin
bertambah banyak baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahannya itu tidak
sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, akan ada sebagian
orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, entah karena
tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau)
atau karena barang sudah habis. Kondisi di atas dapat disebut sebagai
kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan di mana jumlah
sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu:
a. terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan
banyaknya kebutuhan manusia.
b. terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan
untuk memperolehnya.
2. Faktor-Faktor
Penyebab Kelangkaan
Kelangkaan dapat terjadi jika sumber daya yang ada terbatas
sedangkan kebutuhan jumlahnya tidak terbatas. Kebutuhan manusia akan terus
bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Meskipun manusia
berusaha memperbanyak alat atau barang untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi
sumber daya dan alat produksi yang ada terbatas jumlahnya. Keterbatasan sumber
daya yang ada dapat dibuktikan dari contoh berikut ini.
a. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam
adalah sumber daya yang ada di alam dan dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan manusia. Keberadaan sumber daya alam juga terbatas. Keterbatasannya
dapat dilihat dari beberapa contoh sumber daya berikut ini.
1 ) Air
Manusia memanfaatkan air terutama air bersih untuk minum,
mandi, cuci pakaian, cuci piring, dan sebagainya. Di kota-kota besar untuk
mendapatkan air bersih sangat sulit. Mereka harus membeli air bersih dari PAM
(perusahaan air minum). Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan air sangat
terbatas.
2 ) Hutan
Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting
keberadaannya. Dahulu hutan di Indonesia menjadi paru-paru dunia. Selain itu
hasil dari hutan seperti rotan, damar, dan kayu dapat dimanfaatkan manusia
untuk memenuhi kebutuhan. Hutan dapat juga dijadikan sebagai tempat resapan air
sehingga dapat mencegah terjadinya banjir. Namun sekarang keberadaannya sudah
sangat mengkhawatirkan. Hal itu disebabkan banyak orang yang menebangi
pohon-pohon di hutan tanpa memerhatikan pelestariannya sehingga sekarang ini
banyak hutanhutan yang gundul. Kalian tentunya tahu apakah akibat dari hutan
gundul? Ya, salah satunya dapat menyebabkan banjir. Di samping itu, sumber daya
hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan semakin
berkurang jumlahnya.
b . Sumber Daya
Manusia
Sumber daya manusia juga terbatas keberadaannya. Maksudnya
sumber daya manusia yang berkualitas dan mempunyai moral yang baik sedikit
jumlahnya. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia jika dibandingkan dengan
kualitas sumber daya manusia di negara-negara maju masih jauh tertinggal.
Kemampuan untuk mengolah sumber daya yang ada masih rendah. Sehingga barang
yang dihasilkannya pun masih rendah pula baik jumlah dan kualitasnya. Hal ini
menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas jumlahnya terbatas.
c . Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dapat berupa mesin-mesin, bahan baku
ataupun peralatan-peralatan lainnya. Keterbatasan sumber modal dibuktikan
dengan alat-alat yang digunakan dalam produksi masih menggunakan mesin-mesin
berteknologi rendah. Hal ini dapat memengaruhi kelangsungan dalam proses
produksi barang.
d . Sumber Daya
Kewirausahaan
Sumber daya kewirausahaan adalah sumber daya yang mampu
mengombinasikan antara sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya
modal. Orang yang memiliki jiwa kewirausahaan masih sedikit jumlahnya. Oleh
karena itu sedikitnya orang yang mampu menyatukan sumber daya yang ada dapat
memengaruhi jumlah hasil produksi. Sehingga hal tersebut dapat memengaruhi
keberadaan alat pemuas kebutuhan di masyarakat. Keterbatasan-keterbatasan
sumber daya di atas jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas
dapat menyebabkan kelangkaan alat pemuas kebutuhan. Terjadinya kelangkaan dapat
disebabkan karena faktor-faktor berikut ini.
a. Pertumbuhan penduduk yang tidak seimbang dengan
pertumbuhan produksi.
b. Ketersediaan sumber daya alam yang terbatas.
c. Terbatasnya kemampuan manusia.
d. Sifat serakah manusia.
e. Kurangnya tenaga-tenaga ahli.
Biaya Peluang
1. Pengertian Biaya Peluang
Biaya peluang muncul ketika seseorang dihadapkan pada
beberapa pilihan dan dia harus memilih salah satunya. Oleh karena itu, biaya
peluang adalah nilai barang atau jasa yang dikorbankan karena memiih alternatif
kegiatan.
Konsep biaya peluang adalah sebuah peringatan bahwa jumlah
nominal yang dikeluarkan tidak selalu merupakan biaya yang sesungguhnya.
Misalnya jika Pemerintah memutuskan untuk membangun jalan raya melalui taman
kota, biaya tanah yang diperlukan untuk membangun jalan raya mungkin akan
terlihat murah dalam hal anggaran atau biaya yang dikeluarkan, akan tetapi hal
tersebut akan mengorbankan masyarakat yang harus merelakan kesenangannya untuk
menikmati indahnya taman atau menghilangkan penat sambil bercengkerama dengan
kerabat atau keluarganya di taman tersebut.
Biaya yang benar-benar dikeluarkan disebut dengan biaya
eksplisit, sedangkan biaya peluang merupakan biaya implisit. Namun baik biaya
eksplisit maupun biaya implisit harus diperhitungkan dalam melakukan
keputusan-keputusan ekonomi. Dan kedua biaya disebut dengan biaya sesungguhnya
(genuine cost).
2. Bersikap Rasional Dalam Menyikapi Berbagai Pilihan
Seperti yang telah Anda baca sebelumnya adanya keterbatasan
dalam pemenuhan kebutuhan menyebabkan pilihan dalam hidup manusia. Dimana
pilihan itu akan menimbulkan biaya atau pengorbanan. Dan langkah yang akan
dilakukanpun dapat menentukan manusia harus berfikir secara bertahap, rasional,
dan menentukan skala prioritas.
Dalam menentukan kebutuhan, ada beberapa pertimbangan
penting yang perlu Anda perhatikan.
1.Kebutuhan
Misalnya Anda ingin membeli handphone baru. Apakah handphone
tersebut benar-benar dibutuhkan dan apakah ini pilihan yang cerdas ?
Sementara jika tidak memiliki handphone baru Anda masih bisa
berkomunikasi.
2.Biaya yang ditimbulkan
Jika telah memiliki handphone berarti juga harus
mengeluarkan biaya lagi yaitu biaya pulsa. Dalam hal ini Anda harus
mempertimbangkan biaya peluang dan biaya yang sebenarnya yang harus anda
keluarkan.
3.Manfaat
Anda harus bisa membandingkan manfaat yang diperoleh dengan
biaya yang dikeluarkan. Dan jika manfaatnya lebih kecil, keputusan membeli
handphone baru tidaklah tepat dan Anda telah bertindak tidak rasional.
Bagaimana dengan pilihan Anda? Apakah suatu pilihan yang
bermanfaat?
Untuk itu dalam menentukan pilihan perlu pertimbangan
sebagai berikut :
1.Memilih barang dan jasa yang benar-benar bermanfaat
2.Dapat mengendalikan diri dalam berkonsumsi
3.Membuat perencanaan sebelum menentukan pilihan.
3. Perbedaan Biaya Sehari-hari Dengan Biaya Peluang
Biaya adalah pengorbanan untuk mendapatkan suatu tujuan. Di
suatu perusahaan, biaya merupakan pengorbanan untuk memproduksi suatu barang,
memasarkan suatu barang, atau kegiatan lainnya. Jika pengorbanan itu untuk
memproduksi suatu barang, maka biaya atau pengorbanan tersebut dinamakan biaya
produksi. Jika biaya tersebut untuk memasarkan suatu barang, maka biaya
tersebut dinamakan biaya pemasaran.
Di atas kita telah menyinggung biaya eksplisit dan biaya
implisit. Biaya eksplisit perusahaan adalah pembayaran tunai untuk membayar
sumber daya yang dibeli di pasar sumber daya. Di dalam perusahaan, sumber daya
adalah segala sesuatu yang diperlukan untuk aktivitas perusahaan. Biaya sumber
daya dapat berupa upah, sewa, bunga, asuransi, pajak dan sejenisnya. Dengan
kata lain, biaya eksplisit adalah biaya peluang sumber daya perusahaan dalam
bentuk pembayaran tunai.
Di samping pengeluaran tunai atau biaya eksplisit,
perusahaan juga menghadapi biaya implisit yang merupakan biaya peluang
(opportunity cost) dari penggunaan sumber daya milik perusahaan.
Laba akuntansi adalah pendapatan atau penerimaan dikurangi
biaya eksplisit. Laba ekonomi adalah pendapatan dikurangi biaya eksplisit dan
biaya implisit. Perusahaan dikatakan memperoleh laba ekonomi jika laba tersebut
lebih besar daripada biaya peluang atau opportunity cost.
KESEIMBANGAN DI PASAR BARANG DAN JASA (EQUILIBRIUM KURVA
IS-LM)
A. Sejarah Kurva IS-LM
Sir John Richard Hicks adalah seorang ekonom Inggris dan
salah satu ekonom paling penting dan berpengaruh pada abad kedua puluh. Yang
paling besar kontribusina di bidang ekonomi adalah pernyataan teori permintaan
konsumen dalam ekonomi mikro, dan model IS / LM (1937), yang diringkas dari
pandangan makroekonomi Keynesian. Bukunya Value and Capital (1939) secara
signifikan menjelaskan tentang General-Equilibrium dan Value Theory. The
Compensated Demand Function merupakan sebutan fungsi permintaan Hicks.
Pada tahun 1972 ia menerima Hadiah Nobel dalam Ilmu Ekonomi
atas kontribusi pionir padateori General-Equilibrium dan Walfare Theory.
B. Asumsi-Asumsi Pokok
Asumsi-asumsi yang mendasari model IS-LM merupakan kombinasi
asumsi-asumsi model Klasik dan Keynes. Asumsi Klasik yang digunakan adalah
pasar akan senantiasa berada dalam keseimbangan. Sedangkan asumsi Keynes yang
digunakan adalah uang sebagai alat transaksi dan spekulasi. Lebih rincinya
adalah sebagai berikut:
1) Pasar akan
selalu berada dalam keseimbangan. Permintaan
sama dengan penawaran (S=D)
2) Berlaku Hukum
Walras, dimana dalam perekonomian terdapat sejumlah n pasar, dan sebanyak n-1 pasar
telah berada dalam keseimbangn, maka pasar ke-n niscaya telah mencapai
keseimbangan.
3) Funsi uang
sebagai alat transaksi dan spekulasi. MD = Mt + Msp
4) Dimana MD =
total permintaan uang
5) Mt =
permintaan uang untuk transaksi
6) Msp = permintaan uang untuk spekulasi
7) Perekonomian
adalah perekonomian tertutup. Y = C + S.
8) Model
komparatif statis. Analisis yang dilakukan adalah perubahan dari satu
keseimbangan ke kondisi keseimbangan lainnya.
Dalam ekonomi konvensional, kesimbangan umum dapat terjadi
apabila pasar barang dan pasar uang ada di dalam keseimbangan. Dalam keadaan
keseimbangan umum ini besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i)
yang terjadi akan mencerminkan pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i)
yang seimbang baik di pasar barang maupun di pasar uang.
C. Pasar Barang (Kurva IS)
Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang
diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang merupakan
agregasi dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara
yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam
negeri.
Kurva IS adalah Kurva yang menunjukkan kombinasi antara suku
bunga dan tingkat pendapatan, dimana pasar barang berada dalam kondisi
keseimbangan.
Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan
tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang
dan jasa. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan.
Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap
barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.
Kurva IS memiliki kemiringan negatif karena tingkat suku
bunga yang lebih tinggi menurunkan pengeluaran investasi, yang pada gilirannya
menurunkan permintaan agregat serta tingkat pendapatan keseimbangan.
Kurva IS melandai kebawah karena keluaran dan suku bunga
memiliki hubungan berbanding terbalik di pasar barang: Apabila keluaran
meningkat maka akan lebih banyak uang yang ditabung, yang artinya suku bunga
haruslah diturunkan untuk mendorong investasi yang cukup sehingga sepantaran
dengan tabungan.
Kita mengetahui bahwa dalam pasar barang ada tingkat
ekuilibrium output (pendapatn) agregat (Y) untuk tiap nilai tingkat bunga (r).
untuk nilai r tertentu, kita bisa menentukan nilai ekuilibrium Y. Nilai
ekuilibrium Y turun ketika r naik dan naik ketika r turun. Oleh sebab itu, ada
hubungan negative antara ekuilibrium Y dengan r. Alasan hubungan negative ini
adalah hubungan negative antara investasi yang direncanakan dengan tingkat
bunga. Ketika tingkat bunga naik, investasi yang direncanakan (I) turun, dan
penurunan dalam I ini menyebabkan penurunan nilai ekuilibrium Y.
Kita juga mengetahui dari analisis sebelumnya dalam pasar
barang, bahwa ketika pembelian pemerintah (G) meningkat dengan tingkat bunga
konstan, nilai ekuilibrium Y naik. Ini berarti kurva IS bergeser ke kanan
ketika G meningkat. Dengan r sama dan nilai G lebih tinggi, nilai ekuilibrium Y
lebih besar. Ketika G turun, kurva IS bergeser ke kiri.
Faktor - faktor yang mempengaruhi kurva IS, yaitu sebagai
berikut:
1. Bilangan
pengganda (multiplier)
Besarnya kecilnya pengganda mempengaruhi, baik intercept maupun
slope dari fungsi IS. Semakin besar pengganda, maka intercept dan slope kurva
IS semakin besar pula. Sedangkan besar kecilnya pengganda itu sendiri
dipengaruhi oleh kecenderungan mengkonsumsi marjinal (MPC) atau b dan
elastisitas investasi terhadap pendapatan (f).
2. Kepekaan
investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga (interest elasticity of
investment).
Semakin peka (sensitive) investasi terhadap perubahan dalam
tingkat bunga, maka slope kurva IS akan semakin curam (steeper), sedangkan intercept-nya
adalah tetap atau tidak berubah. Sebaliknya, semakin tidak sensitif
(insensitive) investasi terhadap perubahan dalam tingkat bunga, maka slope
kurva IS akan semakin datar (flatter). Jadi, elastisitas investasi terhadap
tingkat bunga hanya mempengaruhi kemiringan (slope) kurva IS, sementara
intercept-nya tetap, yang berarti pula tidak akan menyebabkan kurva IS tersebut
bergeser.
3. Kebijakan
pemerintah (fiscal policy).
Perubahan didalam peubah kebijakan fiskal seperti
pengeluaran pemerintah (G) dan pajak (T) akan mempengaruhi intercept kurva IS,
tetapi tidak berpengaruh terhadap slope kurva IS. Dengan perkataan lain,
perubahan dalam peubah kebijakan fiskal (G dan T) hanya akan menyebabkan kurva
IS bergeser dengan kemiringan (slope) tetap. Kebijakan fiskal sebenarnya dapat
pula mempengaruhi kemiringan kurva IS, kalau pajak yang dipungut pemerintah
adalah pajak pendapatan (incuded tax), dimana tarif pajak (tax rate) akan
mempengaruhi pengganda (multiplier), dan selanjutnya pengganda akan mempengaruhi,
baik intercept maupun slope kurva IS yang bersangkutan.
D. Pasar Modal / Pasar Uang (Kurva LM)
Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang
muncul di pasar uang dinyatakan dengan Kurva LM. Teori preferensi likuiditas
menyatakan bahwa tingkat bunga menyesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan
permintaan untuk aset perekonomian yang paling likuid, yaitu uang. Keseimbangan
pasar uang tercapai bila permintaan uang(L) telah sama dengan penawaran
uang(M).
Jadi, L = M
Kurva LM menunjukkan kombinasi tingkat bunga dan tingkat
pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk keseimbangan
uang riil. Kurva LM memiliki kemiringan positif. Kenaikan suku bunga akan
menurunkan permintaan saldo riil. Untuk mempertahankan agar tingkat permintaan
saldo riil bisa sama dengan tingkat penawaran tetap, pendapatan harus
ditingkatkan. Semakin besar kepekaan permintaan akan uang terhadap pendapatan,
dan semakin rendah kepekaan permintaan akan uang terhadap, maka semakin
curamlah kurva LM.
Hal-hal utama mengenai Kurva LM adalah sebagai berikut:
· Kurva LM
adalah kombinasi dari tingat suku bunga dan tingkat pendapatan, sehingga pasar
uang berada dalam situasi keseimbangan.
· Bila pasar
uang berada pada situasi yang seimbang, demikian juga dengan pasar obligasi.
Karenanya kurva LM adalah juga merupakan kombinasi dari tingkat pendapatan dan
suku bunga, sehingga pasar obligasi pada situasi keseimbangan.
· Kurva LM
miring secara positif. Karena penawaran uang adalah tetap, kenaikan tingkat
pendapatan, yang menaikkan jumlah uang yang diminta, haruslah disertai dengan
kenaikan suku bunga. Hal ini menurunkan jumlah uang yang diminta, dan karenanya
mempertahankan keseimbangan pasar uang.
· `Kurva LM
bergeser oleh terjadinya perubahan penawaran uang. Kemudian penawaran uang akan
menggeser kurva LM ke sebelah ka
Komentar
Posting Komentar